RESUME DASAR-DASAR EVALUASI PENDIDIKAN Diajukan untuk memenuhi tugas Mata kuliah “ EVALUASI PEMBELAJARAN PAI “ Yang dibina oleh: Drs. ABD. MUKHID, M.Pd. NIM: 180911051 |
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI PAMEKASAN JURUSAN TARBIYAH PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DESEMBER 2011 |
BAB1
PENDAHULUAN
1. DEVINISI PENGUKURAN, PENILAIAN, DAN EVALUASI: pengukuran,evaluasi dan penilaain merupakan aktivitas kita sehari-hari tanpa kita sadari,karna dalam semua bentuk pekerjaan kita akan muncul ketiganya tersebut.
Banyak orang mengertikan makna diantara ketiganya itu adalah sama,. Untuk mengetahui persamaan, perbedaan, ataupun relasi dari ketiganya, dapat dipahami melalui contoh di bawah ini:
a. orang akan memberi sebatang pensil kepada kita, dan kita disuruh memilih antara dua pensil yang tidak sama panjangnya, maka tentu saja kita akan memilih yang “panjang” kita tidak akan memilih yang “pendek” .
B. ketika kita pergi kepasar dengan niatan untuk membeli buah jeruk,maka yang kita lakukan pertama kali adalah meliat kualitas jeruk tersebut,baik dari segi kulitnya,rasanya dan ukuran jeruk tersebut,baru setelah itu kita akan membeli jeruk tersebut.
Dengan ini semua kita harus terlebih dulu menilai,mengukur dan mengevaluasi barang tersebut.
2. PENILAIAN PENDIDIKAN
Dalam sebuah pendidikan harus ada yang namanya penilain dari seorang guru terhadap siswanya ,apakah memang siswa tersebur bener-bener menguasai terhadap mata pelajaran yang telah diberikan oleh seorang guru. Penilain pada hakikatnya untuk mengetahui hasil beljar sisiwa dalam beberapa simester.dan yang perlu diperhatikan dalam penilain pendidikan adalah;
a. Guru
b. siswa
c. materi pelajaran.
d. Metode mengajar
e. Sarana dan prasarana
f. Sistem administrasi.
3. MENGAPA DI BUTUHKAN PENILAIN?
Dalam dunia pendidikan, penilaain sangat dibutuhkan untuk mengetahui sampai mana tingkat keberhasilan belajar seorang siswa.
4. TUJUAN DAN FUNGSI
a. Penilaian berfungsi sebagai cara untuk merekrut siswa baru.
5. CIRI-CIRI PENILAIAN DALAM PENDIDIKAN
kemampuan untuk bekerja dengan bilangan, dan kemampuan untuk menggunakan bahasa dengan baik, dan kemampuan untuk mengingat.dan kemampuan untuk berfantasi, dan kemampuan untuk menangkap sesuatu yang baru (cepat mengikuti pembicaraan orang lain) Dan kemampuan untuk mengingat-ingat dalam sesuatu pelajaran, dan kemampuan dalam hubungan intra-personal.
BAB2
SUBJEK DAN SASARAN EVALUASI
1.SUBJEK EVALUASI
Subjek evaluasi adalah orang yang melakukan pekerjaan evaluasi.
CONTOH:
a.untuk mengetahui hasil belajar siswa maka yang menjadi subjek adalah guru.
2. SASARAN EVALUASI
Objek atau sasaran penilaian segala sesuatu yang menjadi target yang sudah dicanangkan oleh guru.seperti halnya:
A.Input:
Bagi siswa yang berkeingenan masuk pada lembaga tersebut maka hal yang harus dipertimbangkan adalah
1)Kemamapuan:
Siswa harus memiliki skill, Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kemampuan ini adalah tes kemampuan atau attitude tests.
2)Kepribadian:
Dalam kepribadian ini perlunya informasi yang sanga t memadai,baik melalui lingkungan masyarakat atau dari keluarganya masin-masing siswa, Alat untuk mengetahui kepribadian seseorang disebut tes kepribadian atau personality test.
3)Sikap ini merupakan sifat yang ada pada diri manusia.
4)Inteligensi:
Intelgensi ini digunakan tes yang sudah banyak diciptakan oleh para ahli.
B. Transformasi:
Dapat menjadi sasaran atau objek penilaian demi diperolehnya hasil pendidikan yang diharapkan.
C. Output:
Seperti apa bukti krongkkrit dari materi yang telah disampaikan oleh guru dalam kelas,dan ini sifatnya adalah pengaplikasian.
BAB 3
PRINSIP-PRINSIP DAN ALAT EVALUAS
1.PRINSIP EVALUASI
-Tujuan pembelajaran.
-Kegiatan pembelajaran.
-evaluasi.
a. Hubungan antara tujuan dengan KBM
b. Hubungan antara tujuan dengan evaluasi
c. Hubungan antara KBM dengan Evaluasi
2. ALAT EVALUASI
Alat adalah sesuatu cara untuk menyelesaikan pekerjaan yang kita sedang kita lakukan.
CONTOH:
Jika yang dievaluasi suatu keterampilan siswa dalam membaca, maka alat evaluasinya adalah buku.
-MANFAAT BAGI SISWA
Agar bagaimana siswa mengetahui hasil belajarnya.
- MANFAAT BAGI GURU
Agar guru dapat mengukur,apakah materi yang Selama ini telah sungguh berhasil terhadap anak didiknya tersebut.
BAB 4
TES
1.PENGERTIAAN
Istilah tes diambil dari kata testum suatu pengertian dalam bahasa prancis kuno yang berarti piring untuk menyisihkan logam-logam mulia ada pula yang mengartikan sebagai sebuah piring yang dibuat dari tanah.
2. PERSYARATAN TES
a .guru harus berpengalaman dengan hal-hal yang berkaitan dengan tes.
b. Seorang guru yang sudah berpengalaman, sebuah tes dengan baik.
3. CIRI-CIRI TES YANG BAIK
-Validitas.
-Reabilitas. -Praktikabilitas.
-Objektif.
-Ekonomis.
BAB 5
VALIDITAS
1.MACAM-MACAM VALIDITAS
a. Validitas logis, logis berasal dari kata logika yang berarti penalaran.
b. Validitas empiris, yang artinya pengalaman sebuah instrumen dapat dikatakan memiliki validitas empiris apabila sudah diuji sesuai dengan fakta.
2. CARA MENGETAHUI VALIDITAS ALAT UKUR
Sekali lagi diulang bahwa sebuah tes dikatakan memiliki validitas jika hasilnya sesuai dengan kriterium.
3. VALIDITAS BUTIR SOAL ATAU VALIDITAS ITEM
Disamping mencari validitas soal perlu juga dicari validitas item.
4. TES TERSTANDAR SEBAGAI KRITERIUM DALAM MENENTUKAN VALIDITAS
Tes standar adalah tes yang telah dicobakkan berkali-kali sehinggha dapat dijamin kebaikannya.
5. VALIDITAS FAKTOR
Setiap keseluruhan materi pelajaran terdiri dari pokok-pokok bahasan atau mungkin sekelompok pokok bahasan yang merupakan satu kesatuan.
BAB 6
REABILITAS
1.ARTI REABILITAS BAGI SEBUAH TES
A.Hal yang berhubungan dengan tes itu sendiri: yaitu panjang tes dan kualitas butir-butir soalnya, tinggi rendahnya validitas menunjukkan tinggi rendahnya reabilitas tes.
B. Hal yang berhubungan dengan tercoba atau testee
Suatu tes yang menggunakan percobaan kepada kelompok yang terdiri dari banyak siswa akan mencerminkan keragaman hasil yang menggambarkan besar kecilnya reabilitas tes.
C. Hal yang berhubungan dengan penyelenggaraan tes:
Sudah disebut bahwa faktor penyelenggaraan tes yang bersifat administratif, sangat menentukan hasil tes.
2. CARA-CARA MENCARI BESARNYA REABILITAS
- Metode bentuk paralel.
- Metode tes ulang.
- Metode belahan dua atau split-half method.
Untuk mencari keperluan reabilitas soal keseluruhan perlu juga dilakukan analisis butir soal seperti halnya soal bentuk objektif.
BAB 7
TAKSONOMI
1. Taksonomi dalam pendidikan
Apabila dalam sebuah pembelajaran tujuan tidak diletakkan ataupun tidak dikasih tau sama siswa,maka pembelajaran akan tidak akan sesuai yang kita ingenkan bersama.
2. Taksonomi Bloom
Banyak prinsip-prinsip kepada orang yang melahirkan taksonomi lain yaitu:
-Prinsip metodologis.
- Prinsip psikologis.
- Prinsip logis.
- Prinsip tujuan.
~ Ranah Kognitif:
-Mengenal atau Recognition, Dalam mengenal siswa diminta untuk memilih salah satu dari dua atau lebih jawaban.
CONTOH:
-Hasil bumi yang terkenal dari daerah temanggung adalah:
1.PADI.
2.TEBU.
3.TEMBAKAU.
~ Ranah afektif:
-Pandangan atau pendapat (opinion), Apabila guru mau mengukur aspek afektif yang berhubungan dengan pandangan siswa maka pertanyaan yang disusun menghendaki respons yang melibatkan ekspresi, perasaan atau pendapat pribadi siswa .
CONTOH: Seandainya semua penjahat yang merugikan masyarakat dan negara, baik yang proletar maupun yang elit diberi hukuman mati saja.
~ Ranah psikomotor:
-Berhubungan dengan erat pekerjaan fisik , sehingga menyebabkan geraknya tubuh atau bagian-bagianya.
CONTOH: Seberapa terampil para siswa dalam membawa alat pancak silat. BAB 8
TUJUAN INSTRUKSIONAL
Setiap negara tentu mempunyai cita-cita tentang warga negaranya akan diarahkan cita-cita tersebut dimanifestasikan dalam bentuk tujuan pendidikannya, cita-cita bangsa indonesia adalah terbentuknya manusia pancasila bagi seluruh warga negaranya.
1. Tujuan Instruksional (Instructional Objectives).
Materi pelajaran harus kita pelajari terlebih dulu oleh guru ataupun siswa itu sendiri.
2. Merumuskan Tujuan Instruksional.
Telah disebutkan bahwa tujuan intruksional adalah tujuan yang menyatakan adanya sesuatu yang dapat dikerjakan atau dilakukan oleh siswa setelah pengajaran 3.Salah satu Langkah yang Dilakukan dalam Merumuskan Tujuan Instruksional Khusus.
Membuat sejumlah Tujuan Instruksional Umum, Untuk setiap mata pelajaran atau bidang studi yang akan diajarkan didalam kurikulum.
4. Tingkah Laku Akhir.
Tingkah laku akhir adalah tingkah laku yang diharapkan setelah seseorang mengalami proses belajar, Disini tingkah laku yang harus menampakkan diri dalam suatu perbuatan yang dapat diamati dan diukur.
5. Kata-Kata Operasional.
- Pengetahuan, pemahaman, Aplikasi, Analisis, Sintesis, Evaluasi.
6. Kondisi Demonstrasi.
Yang menyatakan suatu kondisi atau situasi yang dikenalkan kepada siswa pada saat ia mendemonstrasikan tingkah laku akhir, misalnya:
-Dengan penulisan yang betul-betul.
BAB 9
TES STANDAR DAN TES BUATAN GURU
1.Pengertian tes standar.
Telah dibicarakan di depan bahwa tes kemampuan pada dasarnya terbagi menjadi 2 macam, yaitu:
1.Aptitude test (tes bakat).
2.Achievement tes (tes prestasi).
Perbedaan antara kedua tes ini sebenarnya tidak tegas, soal-soal mengenai kedua tes tersebut seringkali sering melingkupi untuk kedua macam tes ini biasanya menggunakan hitungan-hitungan dan perbendaharaan kata-kata dan sekelompok tes dari kedua macam tes ini biasanya juga menguji tentang keterampilan membaca.
Prosedur yang digunakan untuk menentukan isi dari tes prestasi juga sedikit berbeda dengan yang digunakan pada waktu penyusunan tes bakat, didalam penyusunan tes prestasi belajar usaha-usaha digunakan berbagai tingkat pendidikan dan butir-butir tes diperuntukkan bagi penilaian mater-materi ini.
2. Tes Prestasi Standar.
Di antara tes prestasi yang digunakan di sekolah ada yang dinamakan tes prestasi standar, yaitu untuk siswa dapat dimaksudkan sebagai suatu tingkat kemampuan yang harus dimiliki bagi suatu program tertentu, tes standar dengan demikian berbeda dengan tes prestasi biasa yang ditumbuhkan dari tes dari tes yang digunakan di kelas.
3. Perbandingan antara Tes Standar dengan Tes Buatan Guru.
Setelah mempelajari uraian terdahulu dapat disimpulkan bahwa tes standar sebenarnya bukanlah sesuatu yang yang istimewa dalam tes prestasi belajar, tes ini disusun dalam tipe-tipe soal yang sama dan meliputi bahan atau pengetahuan yang sama banyak dengan bahan atau pengetahuan yang dicakup oleh tes buatan guru.
4. Kegunaan Tes Standar.
Secara singkat dapat dikemukakan bahwa kegunaan tes standar adalah:
-Jika ingin membuat perbandingan.
-Jika banyak orang yang akan memasuki suatu sekolah tetapi tidak tersedia data tentang calonnya.
5. Kegunaan Tes Buatan Guru.
- Untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran yang diberikan dalam waktu tertentu.
- Untuk menentukan apakah sesuatu tujuan telah tercapai.
- Untuk memperoleh suatu nilai.
6. Kelengkapan Tes Standar.
- Menyebutkan tingkat validitas, tingkat reabilitas, dan tes tersebut diberikan untuk tujuan apa, dan hal-hal yang berhubungan dengan sampel.
BAB 10
PENYUSUNAN TES
1.Fungsi Tes.
- pertanyaan apakah yang akan di berikan?
- pertanyaan apakah yang diperlukan, dan jawaban manakah yang tidak di perluakn?
- Berapa butir soal yang akan dibuat?
- Dan bagaimana bentuk kunci jawaban?
Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, guru harus selalu ingin akan fungsi tes sehubungan dengan hal-hal yang harus diingat pada waktu penyusunan tes.
2. Langkah-Langkah dalam Penyusunan Tes.
- Menentukan tujuan mengadakan tes.
- Mengadakan pembatasan terhadap bahan yang akan diteskan.
- Merumuskan tujuan instruksional khusus dari tiap bagian bahan.
- Menderetkan semua TIK dalam tabel persiapan yang memuat pula aspek tingkah laku terkadang dalam TIK itu.
3. Komponen-Komponen Tes.
Apabila guru sudah bekerja keras sebelum melaksanakan tes, maka pekerjaan sesudahnya akan menjadi lancar, mudah, dan hasilnyapun lebih baik.
-Buku tes.
- Lembar jawaban tes.
- Kunci jawaban tes.
- Pedoman penilaian.
BAB 11
TES TERTULIS UNTUK PRESTASI BELAJAR
1.Bentuk-Bentuk Tes.
- Tes Subjek, yang pada umumnya berbentuk esai (uraian).
- Tes objektif, yang dalam pemeriksaannya dapat dilakukan secara objektif.
2. Macam-Macam Tes Objektif.
- Tes benar salah, soal-soalnya berupa pertanyaan-pertanyaan.
- Tes pilihan ganda, tes terdiri dari suatu keterangan atau pemberitahuan tentang suatu pengertian yang belum lengkap.
3. Pengukuran Ranah Afektif.
Mengukur ranah afektif tidaklah semudah mengukur ranah kognitif. Pengukuran ranah afektif tidak dapat dilakukan setiap saat karena perubahan tingkah laku siswa tidak dapat berubah sewaktu-waktu.
-Untuk mendapatkan umpan balik.
- Untuk mengetahui tingkat perubahan tingkah laku anak didik yang dicapai antara lain diperlukan sebagai bahan bagi perbaikan tingkah laku anak didik.
- Untuk menempatkan anak didik dalam situasi belajar-mengajar yang tepat sesuai dengan tingkt pencapaian dan kemampuan serta karekteristik anak didik.
- Untuk mengenal latar belakang kegiatan belajar dan kelainan tingkah laku anak didik.
~ JENIS-JENIS SKALA SIKAP
1.Skala Likert, disusun dalam bentuk suatu pertanyaan dan diikuti oleh lima respons yang menunjukkan tingkat yaitu: sangat setuju, setuju, tidak berpendapat, tidak setuju, sangat tidak setuju.
2. Skala pilihan ganda, skla ini bentuknya seperti soal bentuk pilihan ganda yaitu suatu pernyataan yang diikuti oleh sejumlah alternatif pendapat.
3. Skala Thurstone, merupakan skala mirip skala buatan Likert karena merupakan suatu instrumen yang jawabanya menunjukkan tingkatan.
4. Pngukuran Ranah Psikomotorik.
Dilakukan terhadap hasil-hasil belajar yang berupa penampilan, Namum demikian biasanya pengukuran ranah ini disatukan atau dimulai dengan pengukuran ranah kognitif.
BAB 12
TABEL SPESIFIKASI
1.Fungsi Tabel Spesifikasi.
Dalam membicarakan mengenai validitas tes disebutkan bahwa sebuah tes harus memiliki validitas isi dan tingkah laku. Dan memang validas inilah yang terpenting dalam menyusun tes prestasi.
2. Langkah-Langkah Pembuatan.
Sebenarnya ada beberapa macam tabel spesifikasi yaitu:
a.Pengertian.
b. Fungsi evaluasi.
c. Macam-macam cara evaluasi.
d. Persyaratan evaluasi.
~ Untuk materi yang seragam adalah bahwa pokok materi yang satu dengan pokok materi yang lain mempunyai kesamaan dalam imbangan aspek tingkah laku.
~ Untuk materi yang tidak seragam adalah pembuatan kisi-kisi untuk materi yang seragam dalam arti seragam dalam imbangan aspek tingkah laku.
3. Tindak Lanjut Sesudah Penyusunan Tabel Spesifikasi.
a. Menentukan bentuk soal.
b. Menulis soal-soal tes.
BAB 13
MENGANALISIS HASIL TES
1.Menilai Tes yang Dibuat Sendiri.
Tidak ada usaha guru yang lebih baik selain usaha untuk selalu meningkatkan mutu tes yang disusunya. Namun hal ini tidak dilaksanakan karena kecenderungan seseorang untuk beranggapan bahwa hasil karyanya adalah yang terbaik atau setidak-tidaknya sudah cukup baik.
2. Analisis Butir Soal.
-Taraf kesukaran soal yang baik adalah soal yang tidak terlalu mudah tidak merangsang siswa untuk mempertinggi usaha memecahkannya.
- Daya pembeda soal adalah kemampuan sesuatu soal untuk membedakan antara siswa yang pandai dengan siswa yang bodoh.
- Pola jawaban soal adalah distribusi testee dalam hal menentukan pilihan jawaban pada soal bentuk pilihan jawaban pada soal bentuk pilihan ganda.
BAB 14
MENSKOR DAN MENILAI
1.Menskor.
Dalam hal pekerjaan menskor atau menentukan angka, dapat digunakan 3 macam alat bantu yaitu:
1). Pembantu menentukan jawaban yang benar, disebut kunci jawaban.
2). Pembantu menyeleksi jawaban yang benar dan yang salah, disebut kunci skoring.
3). Pembantu menentukan angka, disebut pedoman penilaian.
a. Kunci jawaban dan kunci pemberian skor untuk tes bentuk betul salah
Untuk tes betul-betul salah yang di maksud dengan kunci jawaban adalah deretan jawaban yang dipersiapkan untuk pertanyaan atau soal-soal yang telah disusun.
b. Kunci jawaban dan kunci pemberian skor untuk tes bentuk pilihan ganda
dengan tes pilihan ganda, tes diminta melingkari salah satu huruf di depan pilihan jawaban yang disediakan atau membubuhkan tanda lingkaran atau tanda silang.
c. Kunci jawaban dan kunci pemberian skor untuk tes bentuk menjodohkan
Pada dasarnya tes bentuk menjodohkan adalah tes bentuk pilihan ganda, di mana jawaban-jawaban dijadikan satu, demikian pula pertanyaan-pertanyaanya.
e. Kunci jawaban dan kunci pemberian skor untuk tes bentuk uraian
Sebelum menyusun sebuah tes uraian sebaliknya ditentukan terlebih dahulu pokok-pokok jawaban yang di kehendaki.
f. Kunci jawaban dan kunci pemberian skor untuk tugas
kunci jawaban untuk memeriksa tugas merupakan pokok-pokok yang harus termuat di dalam pekerjaan siswa.
2.Perbedaan antara Skor dan Nilai.
Apa yang terjadi selama ini, banyak di antara para guru sendiri yang masih mencampuradukkan antara dua pengertian yaitu skor dan nilai.
Skor: adalah hasil pekerjaan menskor yang diperoleh dengan menjumlahkan angka-angka bagi setiap soal tes yang dijawab betul oleh siswa.
Nilai: adalah angka ubahan dari skor dengan menggunakan acuan tertentu, yakni acuan normal atau acuan standar.
3. Norm-Referenced dan Criterion Referenced
Dari sederetan skor yang telah diubah kestandar 100 inilah maka dapat diperoleh gabungannya, misalnya gabungan antara ulangan ke-1, ke-2 dan ke-3.
~ Dengan standar mutlak dan standar relatif:
1). Pemberian skor terhadap siswa juga didasarkan atas pencapaian siswa terhadap tujuan yang di tentukan.
2). Nilai diperoleh dengan 2 cara:
a. Mengubah skor dari tiap-tiap ulangan lalu diambil rata-ratanya.
b. Menjumlahkan skor tiap-tiap ulangan baru diubah kenilai.
BAB 15
MENGOLAH NILAI
1.Beberapa Skala Penilaian
a. Skala bebas.
Setelah menerima kembali kertas ulangan dari guru matematika diamatinya sekali lagi angka yang tertera di kertas itu.
b. Skala 1- 10.
Hal ini disebabkan karena pada umumnya guru-guru di indonesia mempunyai kebiasaan menggunakan skala 1-10 untuk laporan prestasi dan belajar siswa dalam rapor.
c. Skala 1- 100.
Bilangan bulat masih menunjukkan penilaian angka yang kasar.
d. Skala huruf.
Selain menggunakan angka, pemberian nilai dapat dilakukan dengan hurf A, B, C, D dan E.
2. Distribusi Nilai
Dengan dasar bahwa hasil belajar siswa dibandingkan dengan sebuah standar mutlak atau dalam hal ini skor tertinggi yang diharapkan, maka tingkat penguasaan siswa akan terlihat dalam berbagai bentuk kurva.
- Distribusi nilai berdasarkan standar mutlak.
-Distribusi nilai berdasarkan standar relatif.
3. Standar Nilai
-Standar eleven.
- Standar sepuluh.
- Standar lima.
BAB 16
KEDUDUKAN SISWA DALAM KELOMPOK
1.Pengertian
Yang dimaksud dengan kedudukan siswa dalam kelompoknya adalah letak seseorang siswa didalam urutan tingkatan dalam istilah yang umum, disebut rangking.
2. Cara-Cara Menentukan Kedudukan Siswa
Ada 4 cara yaitu:
1). Dengan ranking sederhana.
2). Dengan ranking persentase.
3). Dengan standar deviasi.
4). Dengan menggunakan z-score.
BAB 17
MENCARI NILAI AKHIR
1.Fungsi Nilai Akhir
Ada 4 fungsi nilai yaitu:
A.Fungsi instruksional
b. Fungsi informatif
c. Fungsi bimbingan
d. Fungsi administratif
~ Fungsi intruksional dalam proses belajar mengajar mengusahakan agar perkembangan dan belajar siswa mencapai tingkat optimal.
~ Fungsi informatif memberikan nilai siswa kepada orang tuanya mempunyai arti bahwa orang tua siswa tersebut menjadi tahu akan kemajuan dan prestasi putranya di sekolah.
~ Fungsi bimbingan pemberian nilai kepada siswa akan mempunyai arti besar bagi pekerjaan bimbingan.
~ Fungsi administratif menentukan kenaikan dan kelulusan siswa, memindahkan atau menempatkan siswa, dan memberikan biasiswa, dan memberiakn rekomendasi untuk melanjutkan belajar dan memberikan gambaran tentang prestasi siswa\lulusan kepada para calon pemakai tenaga.
2. Faktor-Faktor yang Turut Diperhitungkan dalam penilaian
a.Prestasi atau pencapaian
b. Usaha
c. Aspek pribadi dan sosial
d. Kebiasaan bekerja
3. Cara Menentukan Nilai Akhir
a.Untuk memperoleh nilai akhir
b. Nilai akhir diperoleh dari nilai tugas
c. Nilai Akhir untuk STTB diperoleh dari rata-rata nilai ulangan harian
BAB 18
MEMBUAT LAPORAN
1.Pentingnya Laporan
Hampir semua guru tidak menyukai tugas memeriksa pekerjaan (koreksi) dan membuat catatan tentang hasil atau prestasi siswa.
Secara sistematis dapat dikemukakan bahwa laporan tentang siswa bermanfaat bagi beberapa pihak yaitu sebagai berikut:
a.Siswa sendiri
b. Guru yang mengajar
c. Guru lain
d. Orang tua
e. Pemakai lulusan
~ KETERANGAN UNTUK MASING-MASING ADALAH SEBAGAI BERIKUT:
1). Siswa sendiri, bagi siswa dapat laporan kemajuan atau laporan prestasi akan sangat bermanfaat karena.
- Secara alamiyah setiap orang selalu ingin tahu akibat dari apa yang telah mereka lakukan, entah hasil itu mengembirakan atau mengecewakan.
- Dengan mengetahui hasil hasil yang positif dari perbuatannya, maka pengetahuan akan dikuatkan.
- Jika siswa mendapatkan informasi bahwa jawabannya salah, maka lain kali ia tidak akan menjawab seperti itu lagi.
2). Guru yang mengajar, seperti halnya siswa yang ingin tahu akan hasil usahanya, guru yang mengajar siswa itupun ingin mengetahui hasil usaha yang telah dilakukan terhadap siswa.
3). Guru lain, yang dimaksud dengan guru lain disini adalah guru yang akan menggantikan guru yang mengajar terdahulu kerena siswa tersebut sudah naik kelas atau adanya perpindahan baik siswa yang pindah atau guru yang pindah ke tempat lain.
4). Petugas lain di sekolah, Siswa yang berbeda di suatu kelas, sebenarnya bukan hanya merupakan usaha atau tanggung jawab guru mengajar saja, akan tetapi Kepala sekolah, Wali kelas, dan guru bimbingan, ketiganya merupakan persoalan-persoalan penting yang juga memerlukan catatan tentang siswa.
5). Orang tua, Secara alamiyah, orang tualah yang mempunyai tanggung jawab utama terhadap pendidikan anak.
6). Pemakai lulusan, Setiap siswa yang sudah lulus dari pendidikan, selalu membawa bukti bahwa ia telah memiliki suatu pengetahuan dan keterampilan tertentu.
2. Macam dan Cara Membuat Laporan
~ Catatan lengkap tentang siswa yang berisi baik prestasi maupun aspek-aspek pribadi yang lain, misalnya kejujuran, kebersihan, kerajinan, sikap sosial, kebiasaan kerja, kepercayaan terhadap diri sendiri, disiplin, ketelitian, dan sebagainya.
~ Catatan tidak lengkap adalah catatan tentang siswa yang hanya berisi gambaran tentang prestasi siswa, dan hanya sedikit saja menyinggung tentang kepribadian.
~ Lulus belum lulus, penilaian atas prestasi belajar dalam sistem pengajaran yang menganut prinsip belajar tuntas didasarkan atas sudah berhasil atau belumnya seorang siswa dalam mencapai tujuan.
~ Nilai siswa, pencatatan dengan nilai dilakukan apabila seluruh siswa dalam satu kelompok berjalan bersama-sama secara klasikal.
BAB 19
EVALUASI PROGRAM PENGAJARAN
Untuk memperoleh gambaran menyeluruh tentang evaluasi program tersebut, akan di mulai dengan memahami.
1). Apa itu evaluasi program?
2). Mengapa guru perlu mengadakan evaluasi?
3). Apa saja objek atau sasaran dalam evaluasi program?
4). Bagaimana cara melakukan evaluasi program?
~ Evaluasi program adalah suatu rangkaian kegiatan yang dilakukan dengan sengaja untuk melihat tingkat keberhasilan program.
~ Guru adalah orang yang paling penting statusnya di dalam kegiatan belajar- mengajar karena guru memang tugas yang amat penting.
~ Dalam melakukan program, dari program yang di evaluasi, Untuk dapat mengenal sasaran evaluasi secara cermat.
~ Cara melaksanakan Evaluasi program dengan lebih sama, misalnya ingin menelusuri secara khusus latar belakang keluarga siswa terlebih dahulu menyusun rencana evaluasi sekaligus menyusun instrumen pengumpulan data.
Yang mempengaruhi tingkat hasil belajar siswa yaitu:
a.INPUT
Siswa adalah subjek yang menerima pelajaran, siswa yang pandai, kurang pandai, dan tidak pandai. Setiap siswa mempunyai bakat intlektual, emosional, sosial, dan lain-lain yang sifatnya khusus.
b. MATERI ATAU KURIKULUM
Kurikulum berlaku secara nasional karena kita menganut sistem sentalisasi, sekolah disusun sendiri dan berlaku untuk sesuatu negara bagian yang bersangkutan karena mereka menganut sistem disentralisasi.
c. GURU
Guru merupakan komponen penting dalam kegiatan belajar-mengajar, kepada guru diserahkan untuk digarap suatu masukan bahan mentah berupa siswa yang menginginkan pengetahuan.
d. METODE ATAU PENDEKATAN DALAM MENGAJAR
Evaluasi terhadap metode mengajar merupakan kegiatan guru untuk meninjau kembali tentang metode mengajar,pendekatan, atau strategi pembelajaran yang di gunakan oleh guru.
e. SARANA DAN ALAT PELAJARAN ATAU MEDIA
Komponen lain yang perlu dievaluasi oleh guru dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar adalah sarana pendidikan dan media pendidikan.
f. LINGKUNGAN MANUSIA
Tingkat keberhasilan usaha guru dalam kegiatan belajar-mengajar karena memang sengaja di adakan.
g. LINGKUNGAN BUKAN MANUSIA
Yang dimaksud dengan lingkungan bukan manusia adalah segala hal yang berada di lingkungan siswa yang secara langsung maupun tidak, berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa.
~ KOMENTAR
Setelah meresum buku Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan ini banyak hal pengetahuan yang di jelaskan di buku ini, Tentang validitas, Reabilitas, Objektifitas, praktikabilitas, dan Ekonomis, buku ini sudah lengkap bahkan banyak contoh yang sudah di jelaskan dalam buku ini sehingga kami sebagai meresum buku ini sudah banyak mengerti isi buku ini, dalam hal ini kami sebagai pembaca dan meresum buku ini banyak berterimakasih kepada pengarang buku Evaluasi pendidikan, dan kami sebagai siswa banyak pengalaman dari buku ini tentang perbedaan konsep-konsep yang perlu dipertegas dan di kembangkan dalam hal-hal yang menyesuaikan dengan perkembangan dan praktek pendidikan yang berlaku dalam pendidikan akhir-akhir ini dan evaluasi hasil siswa.







